SMA Kolese De Britto membuka kesempatan seluas-luasnya bagi pengembangan guru dan karyawan dalam berbagai bentuk.

RETRET IGNASIAN

Retret pribadi, internal komunitas, maupun bersama-sama dengan guru dan karyawan dari kolese-kolese Jesuit di Indonesia dilakukan secara reguler untuk menjaga semangat dan panggilan perutusan sebagai guru maupun tenaga kependidikan di kolese Jesuit. Retret juga dimaksudkan untuk membangun komunitas dan menguatkan identitas sebagai kolese Jesuit yang mendasarkan seluruh dinamika pendidikannya pada Spiritualitas Ignatian.

PERTEMUAN PPI

PPI adalah kependekan dari Paradigma Pedagogi Ignasian, suatu cara bertindak yang bersumber pada Spiritualitas Ignasian untuk membantu siswa berkembang menjadi kader pemimpin pelayanan yang berkompeten, berhati nurani benar, berbela rasa, berkomitmen, dan konsisten. Pertemuan PPI diselenggarakan baik oleh internal lembaga maupun oleh Jesuit Conference Asia Pacific (JCAP). Pertemuan PPI yang diselenggarakan sekolah ditujukan untuk para guru SMA Kolese De Britto saja. Sementara itu, pertemuan PPI pada tingkat Asia Pacific biasanya diselenggarakan di Filipina, Thailand, Jepang, dan Australia, dihadiri oleh guru-guru yang ditunjuk masing-masing sekolah Jesuit di wilayah Asia Pacific.

IGNATIAN LEADERSHIP

Pertemuan-pertemuan dengan tema Ignatian Leadership atau kepemimpinan Ignasian secara reguler diselenggarakan pada tingkat Asia Pacific untuk para administrator sekolah maupun guru-guru yang mempunyai potensi dalam hal kepempimpinan. SMA Kolese De Britto, bersama kolese-kolese lain di Indonesia dan Asia Pacific, juga mengirimkan delegasinya dalam pertemuan-pertemuan yang diselenggarakan di Filipina dan Thailand.

STUDI LANJUT

Semangat magis, semangat untuk terus-menerus belajar dan mengembangkan diri, adalah semangat yang diwariskan oleh St. Ignatius Loyola, pendiri Serikat Yesus. Sejalan dengan itu, para guru yang sudah diangkat tetap sebagai pegawai yayasan De Britto mempunyai kesempatan untuk mengembangkan diri dari sisi keilmuan dan profesionalisme melalui studi lanjut ke berbagai perguruan tinggi, terutama perguruan tinggi negeri dan swasta di Yogyakarta. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kecakapan supaya mereka sungguh-sungguh menjadi guru yang sangat ‘mumpuni’ di bidang masing-masing.