Siswa-siswa De Britto dididik dan dibentuk melalui beberapa bentuk kegiatan formatif untuk masing-masing tingkat sebagai berikut:
KELAS X
A. INISIASI / MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH

Langkah awal hidup di suatu tempat menjadi hal yang menentukan. Inisiasi atau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah adalah gerbang perdana para siswa memasuki dinamika pendidikan di SMA Kolese De Britto. Sejak awal siswa harus diperkenalkan “JB” itu siapa? Proses inisisasi yang selalu menjadi gerbang untuk memahami semangat kedebrittoan haruslah digarap sungguh-sungguh. Dengan menjalani inisiasi ini, siswa baru diterima secara penuh menjadi bagian dalam keluarga besar SMA Kolese De Britto.

Tujuan dari kegiatan ini adalah:

  • Mengenalkan nilai-nilai yang ditawarkan dan diperjuangkan SMA Kolese De Britto kepada siswa baru, kebenaran: kasih, keadilan, dan perdamaian.
  • Membantu siswa baru agar mampu menghayati nilai-nilai tersebut dalam menjalani proses pendidikan di SMA Kolese De Britto menjadi pemimpin untuk melayani dengan kompeten, hati nurani benar, memiliki komitmen untuk berbela rasa terhadap sesame, dan konsisten demi kemuliaan Allah yang lebih besar.
  • Mendorong siswa baru semakin memiliki ketahanan mental dalam berani mempertahankan sesuatu yang telah menjadi pilihan dan tujuan secara jujur, mandiri, kreatif, disiplin, dan mau bekerja keras dalam kebebasan.
  • Membangun habitus budaya Kolese De Britto bagi anggota-anggota baru Keluarga Kolese De Britto
B. STUDI EKSKURSI

Studi ekskursi merujuk pada bentuk studi di luar kelas dengan tujuan tertentu. melalui kegiatan ini, siswa kelas X diajak untuk berdinamika secara berkelompok di tempat-tempat atau sentra-sentra kerajinan/industri rumah tangga yang berbahan pokok berasal dari tanaman/tumbuhan sebagai salah satu ciptaan Allah. Selama studi ekskursi siswa SMA Kolese De Britto mendapatkan pendidikan untuk selalu menghormati dan memuliakan ciptaan Tuhan.

Jika siswa kelas XII diajak untuk mengolah hidup dalam pertemuan dengan Tuhan dalam retret atau geladi rohani, siswa kelas XI diajak melihat kehidupan melalui pertemuan dengan sesama lewat live-in, siswa-siswa kelas X diajak untuk merefleksikan karya agung Tuhan Yang Maha Esa dalam ciptaan-ciptaan tangan manusia melalui pemuliaan terhadap benda-benda ciptaan Tuhan yang dapat dikreasikan sehinga menjadi lebih bermakna/mulia.

Tujuan dari kegiatan ini adalah

  • Memberikan pengalaman belajar dan mengembangkan sikap kreatif, afektif, apresiatif, dan empati dalam rangka proses bermasyarakat.
  • Melatih siswa untuk belajar bersosialisasi, menempatkan diri (empan papan) di lingkungan masyarakat
  • Melatih siswa mencari informasi langsung dan mengembangkan kreativitas dari objek yang ditekuni dan menghasilkan sesuatu produk sebagai bentuk pemuliaan benda-benda ciptaan Tuhan yang dapat dipamerkan.
C. LATIHAN KEPANDUAN TINGKAT DASAR (LKTD)

Latihan Kepanduan Tingkat Dasar adalah kegiatan yang bersifat wajib bagi seluruh siswa kelas X. Dalam rumusan Visi SMA Kolese De Britto, jelas dinyatakan bahwa sekolah mendidik siswa menjadi pemimpin pengabdi yang cakap, berhati nurani benar, berbela rasa, berkomitmen, dan konsisten. Sebagai sebuah Kolese Yesuit, SMA Kolese De Britto setia pada visi misi Kolese Yesuit yang sejak awal bercita-cita membuat perubahan melalui pendidikan kaum muda. Perubahan bisa terjadi jika orang-orang yang terlibat di dalamnya memiliki karakter pemimpin. Dalam konteks inilah, Latihan Kepanduan Tingkat Dasar diberikan kepada siswa-siswa kelas X untuk menanamkan butir-butir nilai kepemimpinan (kepanduan) ke dalam diri siswa sejak awal.

KELAS XI
A. LIVE-IN SOSIAL / IMMERSION

Live-in merupakan suatu kegiatan dalam bentuk tinggal dan hidup bersama dalam masyarakat marjinal untuk beberapa hari agar siswa dapat mengalami dan belajar memahami situasi masyarakat.

Tujuan live-in:

  • Memberikan sarana kepada siswa untuk mewujudkan nilai man for and with others dengan hidup bersama dalam masyarakat.
  • Memberikan sarana kepada siswa untuk mengalami hidup bersama dengan masyarakat, dengan segala tradisi, kebiasaan, dan tatacara kehidupan masyarakat setempat dalam keseharian.
  • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar peduli kepada orang lain dalam wujud karya, perhatian, dan keterlibatannya dalam aktivitas keseharian komunitas tempat siswa tinggal.

Live-in sosial diadakan setiap tahun dan diperuntukkan bagi siswa kelas XI dan yang belum mengikutinya. Kegiatan ini bersifat wajib sebagai bagian dari proses pembinaan karakter siswa.

B. ORIENTASI PROFESI

Orientasi Profesi SMA Kolese de Britto diadakan untuk memberikan wawasan pengetahuan tentang beragam bidang pekerjaan dan profesi yang diminati murid-murid kelas XI. Selama kegiatan para murid akan belajar secara langsung dari para nara sumber tidak hanya tentang hal-hal teknis profesi tertentu, tetapi lebih-lebih mengenai pergulatan hidup, pertimbangan-pertimbangan dan alasan-alasan atas pilihan profesi, dan kontribusi mereka kepada sesama melalui bidang pekerjaan yang mereka geluti.

Di akhir kegiatan para murid akan diajak untuk melakukan discernment dan membuat prioritas utama pilihan-pilihan profesi yang mereka impikan. Bersama-sama dengan hasil tes minat dan bakat dan konsultasi dengan psikolog, prioritas utama pilihan-pilihan profesi yang mereka buat akan membantu murid-murid kelas XI untuk memilih jurusan di perguruan tinggi.

KELAS XII
RETRET / GLADI ROHANI

Retret dan gladi rohani adalah kegiatan wajib bagi siswa kelas XII. Retret ditujukan untuk siswa-siswa Katolik, sementara gladi rohani ditujukan untuk siswa-siswa bukan Katolik. Kegiatan tersebut dimaksudkan supaya siswa memiliki kesempatan untuk menginternalisasikan semua nilai yang mereka peroleh melalui pengalaman belajar selama tiga tahun di SMA Kolese De Britto. Seluruh pengalaman tersebut dibawa, diendapkan, dan dipersembahkan kepada Tuhan dalam retret dan gladi rohani. Kegiatan ini juga dimaksudkan supaya siswa memiliki waktu untuk menentukan dan memantapkan pilihan hidup untuk masa depan mereka.

Retret diselenggarakan untuk siswa katolik dengan tujuan agar siswa dapat semakin memahami dan menghayati spiritualitas kristiani, menghayati pengalaman imannya sebagai seorang kristiani yang sedang belajar, serta mampu membuat keputusan yang baik tentang jalan hidup/ pilihan studi yang akan dipilih selepas SMA.

Gladi rohani diselenggarakan untuk siswa non katolik dengan tujuan untuk menanamkan semangat saling mencintai sesama dengan mengenal diri sendiri maupun Tuhan, Sang Pencipta.

Beberapa ketentuan mengenai Retret:

  • Siswa kelas XII yang beragama Katolik wajib mengikuti retret.
  • Siswa kelas XII yang tidak beragama Katolik wajib mengikuti gladi rohani.
  • Guru dilibatkan untuk mendampingi dalam setiap penyelenggaraan retret dan gladi rohani