Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, bahan pelajaran, dan cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuan tersebut meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh karena itu, kurikulum yang disusun oleh SMA Kolese De Britto memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. Pendekatan yang digunakan dalam pelaksanaan kurikulum di SMA Kolese De Britto adalah Paradigma Pedagogi Ignasian (PPI).

SMA Kolese De Britto merupakan bagian dari Asosiasi Sekolah Jesuit Indonesia (ASJI). Kurikulum untuk sekolah-sekolah Jesuit didasarkan pada kurikulum ASJI yang merupakan kurikulum berbasis Paradigma Pendidikan Ignasian (PPI). ASJI memetakan standar kurikulum menjadi 10 yaitu: standar isi, standar struktur  kurikulum, standar proses, standar perencanaan, standar sumber belajar, standar penilaian, standar kualitas pembelajaran, standar budaya sekolah, standar kualitas lulusan dan standar monitoring dan evaluasi.

Profil alumni menjadi arah dan tujuan dari seluruh usaha pendidikan dan pengajaran di sekolah Jesuit. Setiap kegiatan sekolah dilakukan demi tercapainya profil alumni, yaitu menjadi pribadi utuh abad 21 yang memiliki tiga kemampuan yaitu, keterampilan kognitif/ high order thinking, interpersonal/mengkomunikasikan gagasan dan kecakapan hidup.

Tujuan Jangka Panjang Bidang Kurikulum (2018/2019 – 2027/2028)
Bidang Kurikulum:

Terlaksananya kurikulum dengan memanfaatkan teknologi informasi secara optimal yang:

  • mewadahi standar minimal pemerintah
  • bermuatan pelestarian lingkungan/adiwiyata
  • mampu mengembangkan fisik, psikik, dan spirit siswa sebagai anugerah Allah
  • mengintegrasikan mata pelajaran ilmu pengetahuan alam, sosial, bahasa dan budaya dengan  spiritualitas Ignasian.
Bidang Proses Pembelajaran:
  • Terlaksananya proses pembelajaran holistik, memanfaatkan media daring (online) dan menyiapkan siswa untuk studi ke luar negeri.
Tujuan Jangka Pendek Bidang Kurikulum (2018/2019 – 2022/2023)

Terlaksananya pembelajaran secara optimal dengan memanfaatkan media daring yang:

  • melatih, menguji/meneliti, dan melaksanakan atau bertindak secara kreatif, adaptif, dan inovatif
  • membudayakan untuk membuka diri terhadap alam, sesama dan pencipta, “membaca” dan “belajar”
  • berorientasi pada kelanjutan studi di luar negeri.

 

Pada Tahun Ajaran 2019/2020 SMA Kolese De Britto menggunakan Kurikulum 2013 untuk semua tingkat kelas X, XI dan XII. Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) mengacu pada Permendikbud Nomor 37 tahun 2018.

Berikut ini struktur kurikulum untuk SMA Kolese De Britto untuk tahun ajaran 2019/2020 kelas X, XI dan XII jurusan MIPA, IPS dan Bahasa.

Jenis Penilaian

Jenis penilaian adalah berbagai bentuk/alat yang dapat digunakan oleh guru untuk mengukur kompetensi siswa. Secara umum, jenis penilaian mencakup tes dan nontes. Penilaian berbentuk tes dapat berupa tes tertulis, tes lisan, dan tes perbuatan (unjuk kerja, proyek, atau hasil karya). Sementara penilaian nontes mencakup observasi sikap, minat, dan portofolio.
Pelaksanaan penilaian dilakukan dalam bentuk tagihan. Tagihan dapat berupa:
a. kuis
b. pertanyaan lisan
c. ulangan harian
d. tugas individu
e. tugas kelompok
f. ulangan tengah semester
g. ulangan semester
h. laporan kerja praktik/laporan praktikum
i. responsi/ujian praktik
j. unjuk kerja

Untuk menjamin keterbukaan dalam penilaian, semua pekerjaan/ nilai ulangan harian harus dikembalikan kepada siswa paling lambat tiga minggu setelah ulangan dilaksanakan. Kurikulum 2013 merupakan kurikulum berbasis kompetensi dengan Kompetensi Dasar (KD) sebagai kompetensi minimal yang harus dicapai oleh peserta didik. Berdasarkan prinsip penilaian secara menyeluruh dalam Kurikulum 2013 aspek/ ranah penilaian mencakup penilaian pengetahuan, keterampilan dan sikap untuk semua mata pelajaran.

Remedial

Remedial diberikan kepada siswa yang belum mencapai standar ketuntasan belajar minimal setiap mata pelajaran. Remedial dilakukan di luar jam pelajaran efektif dengan berbagai cara, yakni: pemberian tugas, pembelajaran ulang, belajar mandiri, belajar kelompok secara terbimbing (tutorial) dan semuanya harus diakhiri dengan tes sedangkan jadwal diatur berdasarkan kesepakatan guru dengan siswa. Tes pada program remedial dilakukan maksimal dua kali. Nilai tes yang dicapai dalam program remedial maksimal sama dengan standar ketuntasan belajar minimal setiap pelajaran. Remedial tidak dilaksanakan pada ulangan tengah semester atau semester. Mengingat ulangan tengah semester atau semester pada hakikatnya adalah review dari tagihan-tagihan harian yang telah dilakukan. Sementara pada tagihan harian, siswa telah diberi kesempatan mengikuti program remedial .

Informasi mengenai struktur kurikulum dan peraturan penilaian akademik siswa lebih detail tercantum dalam Student Hand Book (SHB) yang dibagikan dan disosialisasikan kepada para siswa di awal tahun ajaran baru.

Kegiatan Formasi Akademik
Pelajaran Tambahan

Pelajaran tambahan diberikan kepada siswa yang memperoleh nilai kurang memenuhi standar pada mata pelajaran tertentu. Pelajaran tambahan juga diberikan kepada siswa yang telah mencapai batas standar, sebagai pengayaan. Pelajaran tambahan dilaksanakan di luar jam sekolah di bawah koordinasi wakil kepala sekolah urusan kurikulum dan persetujuan guru pengampu.

Untuk siswa kelas XII, pelajaran juga ditawarkan kepada siswa yang ingin mempersiapkan tes masuk perguruan tinggi. Pelajaran ini diberikan setelah pelaksanaan ujian nasional, sejauh
ada permintaan dari siswa. Siswa mendaftarkan diri kepada wakil kepala sekolah urusan kurikulum dan akan dikoordinasikan dengan guru yang akan memberikan pelajaran tambahan. Jadwal
pelaksanaan pelajaran tambahan untuk kelas XII akan diatur tersendiri.

Tujuan penulisan karya ilmiah adalah:
1) Melatih siswa untuk terbiasa berpikir ilmiah: mengolah pikiranpikiran/ ide-idenya dan menuangkannya ke dalam bentuk tulisan yang berstruktur dan bersifat ilmiah
2) Menumbuhkan budaya membaca buku-buku pengetahuan pada diri siswa

Literasi / Forum Olah Pikir

Sesuai dengan arah pembinaan siswa SMA Kolese De Britto yang menekankan pada budaya literasi, Forum Olah Pikir (FOP) merupakan wahana bagi siswa untuk menumbuhkan kebiasaan
membaca, memahami, dan menginterpretasikan buku bacaan dalam bentuk resensi, yang dipresentasikan di depan forum siswa. Objek resensi bagi siswa kelas X dan kelas XII berupa buku bacaan umum, sedangkan bagi siswa kelas XI berupa karya ilmiah yang selesai dibuat siswa sebelum minggu ke-3 Desember.

Kelompok Minat

Untuk mewadahi minat siswa dalam bidang-bidang tertentu yang tidak bisa disalurkan melalui kelompok ekstrakurikuler, sekolah memberi kesempatan siswa untuk berkembang melalui
kelompok minat. Kelompok minat diadakan secara khusus untuk mempersiapkan siswa mengikuti kompetisi dan lomba yang diselenggarakan institusi atau lembaga lain. Persiapan reguler dan
teratur amat penting supaya siswa sungguh-sungguh siap untuk mengikuti kompetisi atau lomba. Peserta kelompok minat adalah siswa kelas X, XI, dan XII semester ganjil. Siswa diperbolehkan
mengikuti maksimal dua (2) bidang kelompok minat, dengan syarat tidak mengganggu proses belajar dan kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti siswa bersangkutan. Berikut adalah kelompok minat di SMA Kolese De Britto :
1) Debat dan Public Speaking (bahasa Inggris dan bahasa
Indonesia),
2) Kelompok Ilmiah Remaja (KIR)
3) Penulisan Esai dan Resensi
4) Biologi
5) Fisika
6) Matematika
7) Geografi
8) Kimia
9) Teknologi Informasi
10) Astronomi dan kebumian
11) Ekonomi dan Akuntansi