Studi Ekskursi Kelas X: Memuliakan Alam

Generasi digital yang sehari-hari begitu akrab dengan gadget harus juga mengenal dunia sekelilingnya. Banyak dari mereka belum pernah melihat buah melinjo, menumbuk buah melinjo, membelah dan menyisik bambu, ataupun berkubang lumpur sawah. Pengalaman melihat, meraba, menyentuh, dan bahkan melakukan hal-hal di luar kesenangan mereka harus diberikan supaya mereka tidak tercerabut dari dunia sekitarnya. Itulah salah satu tujuan studi ekskursi SMA Kolese De Britto, yang diselenggarakan pada 6-11 Januari 2020 di berbagai tempat industri kreatif dan Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto.

Memuliakan alam menjadi tema sentral studi ekskursi kelas X. Tema ini diangkat sebagai upaya SMA Kolese De Britto sebagai salah satu karya kerasulan Serikat Jesus untuk mewujudkan butir keempat dari Preferensi Apostolik Universal (Universal Apostolic Preferences) yakni Menjaga Rumah Kita Bersama (Caring for Our Common Home). Aprin Sugeng Jatmika, salah satu koordinator Studi Ekskursi De Britto, menyebutkan alam merupakan tempat semua makhluk ciptaan tinggal, oleh karena itu kelestariannya perlu dirawat.

Kurang lebih 80 siswa ditempatkan di Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto di daerah Turi. Salah satu bentuk kegiatan merawat alam yang dilakukan siswa kelas X di hari pertama di tempat itu adalah menanam pohon dan melepaskan ikan ke sungai.  Mereka juga dilatih cara-cara memperbanyak tanaman, selain melalui biji dan batang.

Di hari kedua, mereka dilatih untuk memanfaatkan hasil alam dan memuliakannya menjadi karya-karya yang kreatif yang berguna untuk manusia. Orang-orang muda De Britto belajar untuk memanfaatkan bahan baku dari alam. Ikan diubah menjadi abon, ketela menjadi tape dan slondok, atau jamur menjadi keripik. Anak-anak muda De Britto juga diajak untuk mengolah lahan sawah, menanam bibit, hingga menjadi berwujud beras dan siap dimasak menjadi nasi. Praktik langsung ini diharapkan de Britto muda kelak akan menemukan inovasi pertanian yang lebih efisien dengan kreatifitasnya masing-masing. 

Kelompok-kelompok siswa lain ditempatkan di sentra-sentra industri kerajinan yang memanfaatkan hasil alam sebagai bahan dasarnya. Misalnya, mereka dilatih membuat jam dinding berbahan dasar kayu. Ketelitian, kecermatan, dan daya kreatif  sangat dibutuhkan dalam proses pembuatan jam dinding kayu. Mereka juga dilatih untuk membatik menggunakan pewarna alami. Tak hanya belajar tentang proses pewarnaan pada kain, tetapi juga belajar bagaimana kulit kayu tingi dan buah-buahan tertentu bisa digunakan sebagai pewarna alami. Beberapa kelompok siswa lain memuliakan alam dengan cara-cara lain. Ada yang membuat pupuk kandang dan pakan ternak, membuat ubi jalar dan getuk, dan membuat jamu herbal.

Setidaknya ada 22 bidang kegiatan yang dipilih untuk Studi Ekskursi 2020 ini:

  1. Energi Terbarukan(Air, Matahari, Angin)
  2. Pengolahan Limbah Pertanian
  3. Melukis
  4. Perkebunan
  5. Pengolahan Hasil Kebun(emping mlinjo, singkong)
  6. Pembuatan Kandang Kambing (termasuk pakan ternak dan pupuk kandang)
  7. Pembuatan Kandang Ayam
  8. Pembuatan Asesoris
  9. Pertanian Organik, mengolah tanah, penanaman
  10. Pertanian Organik Sayuran
  11. Pengolahan Susu Kambing Etawa
  12. Pengolahan Salak(kopi, mainan)
  13. Pembuatan Media Tanam Jamur
  14. Pembuatan Kripik Jamur
  15. Pengolahan Ikan(abon)
  16. Batik Pewarna Alami
  17. Pembuatan Jemuran dari Bambu
  18. Pembuatan Kursi Bambu 1
  19. Pembuatan Kursi Bambu 2
  20. Pembuatan Jamu(Kering, Ekstrak, Cair)
  21. Kerajinan Kayu Lukisan Siluet
  22. Kerajinan Kayu Tempat Lilin