Siswa De Britto Ciptakan Prototipe Aplikasi Id-Entitas

Id-Entitas (baca: identitas) adalah nama aplikasi yang diciptakan oleh Matthew Agani, Albertus Ario Seto, dan Parama Bisatya, 3 siswa cerdas SMA Kolese De Britto. Pemilihan nama yang kreatif, sekaligus menggambarkan fungsinya. Id merujuk pada data-data yang tercatat dalam dokumen-dokumen pribadi seperti KTP, Kartu Keluarga, BPKB, dokumen Pajak Bumi dan Bangunan, dan lain-lain. Dan, menurut Bisatya, entitas – yang berarti satuan wujud – merujuk pada orang (meskipun kata ini, menurut KBBI, tidak hanya dibatasi pengertiannya pada ‘orang’).

Nama aplikasi ini menyiratkan fungsinya, yaitu menyimpan dokumen-dokumen pribadi dalam bentuk digital, dan sekaligus memanggilnya kembali jika diperlukan pemilik dokumen. Tetapi, menurut Bisatya, aplikasi ini tidak dimaksudkan untuk menyimpan semua jenis dokumen pribadi. Aplikasi ini hanya ditujukan untuk menyimpan dokumen-dokumen milik perorangan yang sering dipakai untuk mengurus hal-hal yang bergayutan dengan kantor-kantor pemerintah/negara seperti pajak, visa/paspor, dan, terutama, pendaftaran ke perguruan tinggi.

Ketiga siswa De Britto ini berharap aplikasi Id-Entitas mampu menjawab persoalan yang timbul menyangkut penyimpanan dokumen fisik. Ide menciptakan aplikasi ini muncul ketika salah satu teman Bisatya membutuhkan beberapa dokumen yang disyaratkan untuk mendaftar ke perguruan tinggi, dan tidak bisa menemukannya, karena ‘ketlingsut’ (ketlingsut adalah kata dalam bahasa Jawa yang berarti terselip entah di mana). Aplikasi penyimpan dokumen sebenarnya sudah ada, dan mereka tahu itu. Yang belum ada adalah aplikasi yang mampu mengintegrasikan dokumen-dokumen penting, dan memungkinkan pemilik dokumen menggunakannya langsung lewat aplikasi secara digital, tanpa harus melakukan ha-hal lain secara manual.

Meskipun baru berupa prototipe dan masih harus dikembangkan lebih lanjut, aplikasi ini nantinya akan membantu banyak orang, terutama dalam ’emergency’ atau situasi mendesak. Orang tidak lagi harus mencari-cari dokumen yang dibutuhkan, yang mungkin terselip entah di mana. Ketika terjadi kecelakaan lalu-lintas, misalnya, data rekam medis yang telah tersimpan dalam aplikasi akan sangat membantu korban maupun rumah sakit. Dan dalam situasi seperti ini, hanya korban, rumah sakit, dan kepolisian yang diberi akses  oleh sistem aplikasi ke dokumen yang dibutuhkan.

Proses panjang yang mereka lalui membawa mereka pada dua kesimpulan besar, yang sekaligus menjadi refleksi mereka. Pertama, bahwa waktu dan tenaga yang kita miliki mestinya diarahkan untuk menemukan solusi, dan tidak dibuang percuma untuk hal-hal yang justru semakin memperumit persoalan. Kedua, bahwa tawaran yang kita berikan kepada masyarakat akan disambut jika tawaran itu sungguh menjawab ‘kekurangan’ atau kebutuhan mereka. Saat ini masyarakat cenderung tidak suka hal-hal yang ribet. Mereka memilih hal-hal praktis. Bisnis yang akan laku saat ini dan di masa mendatang adalah bisnis yang relevan dengan kecenderungan tersebut.

Id-Entitas adalah prototipe aplikasi yang berhasil mengantar mereka bertiga menjadi juara I tingkat nasional dalam lomba karya ilmiah inovasi yang diselenggarakan Universitas Sanata Dharma pada 2019 lalu. Aplikasi ini juga dipamerkan dalam ekspo karya ilmiah merayakan pesta nama St Yohanes De Britto 4 Februari 2020 lalu.