Penyerahan Siswa Baru Tahun Pelajaran 2020-2021

Mengawali Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Tahun Pelajaran 2020-2021 bagi siswa baru, SMA Kolese De Britto menyelenggarakan acara penyerahan siswa baru dari orang tua kepada sekolah. Mempertimbangkan pandemi Covod-19i, acara dilakukan secara live streaming hari Sabtu, 11 Juli 2020, pukul 08.00 – 11.00.

Romo Cyprianus Kuntoro Adi, SJ, ketua pengurus Yayasan De Britto memberi sambutan sekaligus paparan arah dan fondasi pendidikan SMA De Britto di awal acara. Romo Kuntoro menyampaikan paparan sembari mempraktikkan keahliannya membuat kopi espresso. Romo Kun mengibaratkan siswa baru layaknya biji kopi pilihan terbaik yang digiling, diberi air panas, dan diberi tekanan, untuk mendapatkan sarinya. Kopi espresso berasal dari berbagai macam kopi, begitu juga siswa baru berasal dari berbagai daerah. Selama proses pendidikan siswa akan dimasukkan ke dalam mesin espresso di De Britto, yakni berbagai macam sarana formatio yang telah disiapkan sekolah.

Penyerahan siswa baru dari orang tua kepada sekolah diwakili oleh Martinus Bagus Wicaksono, S.T., M.Eng. didampingi Marinus Baruna sebagai wakil siswa baru. Martinus mempercayakan putranya untuk dididik di SMA Kolese De Britto karena sejak kecil Uno sudah memiliki cita-cita menjadi siswa De Britto. Martinus juga melihat bahwa alumni De Britto yang menjadi mahasiswanya memiliki semangat magis, dan tidak cepat puas. Secara simbolis wakil orang tua menyerahkan dokumen kepada sekolah, yang diterima oleh kepala sekolah.

Kepala SMA Kolese De Britto, Ag. Prih Adi Artanto, S.Pd., M.Ed., menyampaikan beberapa hal. Orang-tua adalah pendidik yg pertama dan utama, Peran sekolah adalah membantu orang tua. Sekolah tidak bisa dan tidak akan mengambil alih peran tersebut. Untuk itu, perlu ada kesamaan gerak, perlu kesepahaman dan kerjasama yang baik antara orang tua dgn pihak sekolah. Maka nilai-nilai (visi sekolah) yang ditanamkan kepada anak di sekolah semestinya mendapat suasana yang mendukung juga di rumah.

Wakasek kurikulum, Heribertus Heri Istiyanto, S.Si., M.Kom., menekankan bahwa pembelajaran baik daring maupun luring didasarkan pada kurikulum 13 yang disemangati oleh Paradigma pedagogi Ignatian (PPI) agar pembelajaran semakin bermakna, dan sekaligus mengajak orang tua untuk bersama-sama mendampingi siswa selama pembelajaran daring.

Pamong SMA De Britto, Romo N. Devianto Fajar Trinugroho, S.J. menyampaikan bahwa tugas pamong di kolese adalah membantu kedalaman intelektual dan kedalaman hidup rohani, dan disiplin diri. Pamong membantu siswa membangun habitus disiplin diri dan bertanggungjawab atas proses formasi non-akademik dan kedisplinan. Pendidikan tidak bisa direduksi menjadi sekadar pengulangan pengetahuan. Pendidikan adalah soal kedalaman dan ketajaman berpikir, kefasihan berbicara, keunggulan moral dan tanggung jawab sosial.