Misa Pesta Nama Santo Ignatius Pendiri Serikat Jesus

Pada Hari Sabtu, 31 Juli 2021 bertempat di Kapel Sekolah diselenggarakan Misa Pesta Nama Santo Ignatius de Loyola sebagai Pendiri Serikat Jesus yang terkenal dengan slogan AMDG (Ad maiorem Dei gloriam). Misa berjalan dengan lancar yang diikuti secara online (daring) oleh seluruh keluarga guru, karyawan dan para siswa bersama dengan keluarga.

 

Misa dipimpin oleh Romo Cyprianus Kuntara Adi, SJ selaku Rektor-Ketua Pengurus Yayasan De Britto yang didampingi oleh para romo yang tinggal di Komunitas De Britto, yaitu Romo  Vincentius Seno Hari Prakoso, SJ., Romo A. Eko Budi Santoso, SJ,, Romo James Spillane, SJ., Romo Managamtua Hery Berthus Simbolon, SJ., Diakon Hugo Bayu Hadibowo, SJ dan Frater Laurencius Roni Andriyanto.

 

Romo Kuntara dalam pengantar misa mengingatkan akan peristiwa pandemi saat ini kurang lebih sama dengan peristiwa yang dialami oleh St Ignatius dalam awal pertobatannya. Jaman yang penuh dengan kesulitan. Namun dalam situasi yang buruk, justru dipakai Tuhan untuk memanggil St Ignatius menjadi peziarah untuk menemukan rahmat Tuhan.

 

Frater Laurencius Roni Andriyanto dalam khotbahnya mengingatkan bahwa dalam melakukan discresi atau menimbang-nimbang terhadap suatu peristiwa yang kita alami adalah sesuatu yang tidak mudah dan kadang-kadang malah mengecewakan. Lebih lanjut Frater Roni mengajak umat untuk mendengarkan sharing pengalaman dari 3 anggota civitas De Britto. Yang pertama adalah  dari seorang guru kimia, Bapak Heribertus Suradi yang belum lama ini sedang menjalani isolasi mandiri bersama keluarga karena terpapar covid-19. Dalam waktu bersamaan putrinya mengalami pendarahan yang membutuhkan transfusi darah. Dalam situasi yang sangat sulit tersebut, keluarga Bapak Suradi hanya mengandalkan Tuhan dan tetap semangat. Dalam kerapuhannya tetap teringat bahwa energi mengikuti imajinasi sehingga mampu melalui peristiwa tersebut dengan baik.

 

Kedua sharing pengalaman dari salah satu siswa kelas XII IPS 3, Adrian Hananto yang pernah mengalami kesulitan pelajaran sehingga nyaris tidak naik kelas karena banyaknya nilai yang tidak tuntas. Ia merusaha mengejar ketertinggalan dengan belajar, berdoa dan tetap semangat. Begitu juga di saat pendemi seperti ini tentunya tidak mudah untuk menjalani pembelajaran. Adrian mengajak teman-temannya untuk semangat agar naik kelas dan bagi siswa kelas XII bisa lulus semua.

 

Sharing pengalaman ketiga dari salah satu Ibu Guru Bahasa Inggris, Ibu Paulina Rian K. Kusumadewi (Ms Ipo) yang pernah mengalami peristiwa yang kurang mengenakkan. Ms Ipo sejak masa kecil aktif mengikuti berbagai lomba. Motivasi mengikuti lomba adalah untuk membahagiakan orang tua. Namun kemudian pernah mengalami suatu peristiwa yang membuatnya “down”. Setelah menimbang-nimbang atas peristiwa itu kemudian mencapai kesadaran untuk tidak mencari kesempurnaan. Keputusan yang diambil adalah saatnnya untuk berbagi bukan diapresiasi. Itulah keyakinan pangilan hidupnya.

 

Frater Roni mengajak kita belajar dari peristiwa yang dialami oleh Bapak Suradi, Adrian dan Ms Ipo,  pernah juga dialami oleh Santo Ignatius yang terkena peluru meriam. Bagi mata manusia, peluru meriam yang mengenai kaki Santo Ignatius dikirim oleh tentara Perancis, secara rohani dapat dimaknai bahwa yang mengirim peluru meriam adalah Tuhan sendiri. Peristiwa yang menyakitkan tersebut  menjadi sarana untuk berubah, terutama secara mental / rohani/ mindset. Seperti Inigo yang pernah jatuh namun berupaya berubah hanya untuk kemuliaan Tuhan.

 

Setelah acara misa selesai, kemudian dilanjutkan dengan ramah-tamah yang diikuti oleh para guru dan karyawan beserta keluarga secara online juga. Sekalipun tidak saling bertemu langsung, acara keakraban berjalan dengan meriah dan lancar. Acara dipandu pleh Ms Ipo dan Herr Iwan yang menampilkan berbagai hiburan dan lomba.

 

Seluruh rangkaian acara misa dan acara keakraban keluarga De Britto dapat berjalan dengan baik atas kerja seluruh panitia, Para Romo, guru karyawan beserta keluarga, Campus Ministry, Tim IT dan Multimedia, Karyawan RT, Tim Humas dan semua pihak.

 

AMDG