Menjadi Pribadi Autentik

Bertempat di gedung aula baru, Misa Syukur peringatan hari ulang tahun ke 71 SMA Kolese De Britto diikuti oleh para siswa, guru, karyawan, para purna tugas, pengurus yayasan, perwakilan orang tua dan perwakilan alumni. Misa Syukur mengangkat tema “Menjadi Pribadi Autentik: Mencapai Tapal Batas Tanpa Batas”.

Misa syukur dipimpin oleh Rm. Yustinus Sigit Prasadja, S.J. (Ekonom Provindo) didampingi Rm. Antonius Gustawan, SJ. (Rektor & Ketua Pengurus Yayasan De Britto), Rm. Nicolas Fajar Devianto Fajar TN, SJ. (Pamong Sekolah) , Rm. Lambertus Issri Purnomo Murtyanto, Pr. (Pastor Paroki Macanan, alumnus 1989), Rm. FX Alip Suwito, Pr (Pastor Paroki Baciro, alumnus 1999).

Rm. Issri dalam homilinya membagikan pengalamannya selama bersekolah di SMA De Britto. De Britto memiliki semangat cura personalis, yang menurut beliau sangat membantu perkembangan diri para siswa, yang dengan keunikan perlu didampingi demi menemukan buah-buah perjalanan pendidikan. Rm. Issri mengajak para siswa untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab sebagai siswa karena sudah mendapatkan tempat pendidikan yang diinginkan.

Para Liturgi diisi dengan pementasan wayang kulit yang menceritakan penggalan kisah hidup Santo Yohanes De Britto, pelindung sekolah, oleh dalang muda berbakat Gregorius Pradana Ardyamukti, siswa kelas XII-Bahasa yang sudah berkali-kali menyabet penghargaan. Pementasan wayang didukung oleh kelompok Karawitan Gangsa Kukilo SMA De Britto.

Dalam kesempatan istimewa tersebut alumni SMA Kolese De Britto yang tergabung dalam Paguyuban Pamestri Budaya Nusantara mempersembahkan dua benda budaya berupa wayang St Yohanes De Britto yang diwujudkan dalam tokoh Wiku Arul Anandar (nama versi India), Keris Jalak Yohanes De Britto dengan nama Ki Sadhu Sahastra. Sedangkan alumni angkatan 1992 mempersembahkan wayang-wayang guru (digugu lan ditiru).

Setelah Perayaan Ekaristi dilakukan :
1. Peresmian gedung aula baru ukuran 20×50 dengan daya tampung 1.000 orang, kantin, ruang rapat berkapasitas 100 orang dan lapangan basket.
2. Penjelasan prasasti Salimar IV dan VI yang ditemukan di komplek De Britto oleh Bapak Cahyono Prasadja seorang dosen arkelologi UGM dan alumnus De Britto 1981.
3. Penyerahan penghargaan kepada guru dan karyawan yang telah mengabdi selama 10, 20, dan 25 tahun.
4. Peluncuran buku yang ditulis St Kartono (guru Bahasa Indonesia) dan Agus Hariyanto (guru Ekonomi)

Kepala SMA Kolese De Britto, Ag. Prih Adiartanto, S.Pd., M.Ed., menyebutkan perayaan misa ini merupakan ungkapan syukur penyelenggaraan pendidikan selama tahun ajaran lalu, dengan 92 alumni 2019 diterima di PTN (khusus UGM sejumlah 63 orang).

Rm. Yustinus Sigit Prasadja, S.J dan Rm Antonius Gustawan, SJ menyampaikan rasa syukur karena HUT SMA Kolese De Britto dirayakan bersama dengan rakyat Indonesia yang sedang merayakan HUT Indonesia.