Men for Others: Berbagi Sukacita Dengan Sesama

Pada Minggu, 23 Februari 2020 sebanyak 96 orang tua siswa kelas X menghadiri pertemuan ke 4 Ignatian Formation for Parents (IFFP) di Ruang Kaca SMA Kolese De Britto. Pertemuan IFFP ke 4 ini mengangkat tema “Men for Others”, yang berarti “Manusia bagi Sesama”. Tema ini dipilih sebagai salah satu tema IFFP kelas X karena tema tersebut juga diajarkan kepada siswa-siswa kelas X.

Gagasan atau konsep mengenai ‘Men for Others” pertama kali diusulkan oleh Pater Pedro Arrupe, Pater Jenderal Serikat Yesus ke 28, yang memimpin Serikat Yesus dari 1965 sampai 1991. Pada tahun 1973 Pater Pedro Arrupe menyampaikan pidato di hadapan alumni Yesuit Eropa dalam konggres mereka yang kesepuluh. Salah satu butir yang disampaikan dalam konggres tersebut adalah bahwa tujuan utama pendidikan Yesuit adalah membentuk manusia-manusia bagi sesama; manusia-manusia yang tidak hanya hidup bagi dirinya sendiri, tetapi untuk Tuhan dan Kristus, yang harus mewujud dalam cintanya kepada mereka yang terkecil.

Gagasan Pater Pedro Arrupe yang dialamatkan kepada alumni Yesuit Eropa dalam konggres itu kemudian menjadi moto penggerak di sekolah-sekolah Yesuit, yang juga dipanggil untuk terlibat memperjuangkan keadilan sosial. Moto ini begitu kuat sehingga menjadi kata-kata yang senantiasa diingat oleh alumni sekolah Yesuit di seluruh dunia. Alumni SMA Kolese De Britto, ketika ditanya apa yang mereka ingat dari alma mater mereka, selalu menyebutkan “Men for Others” sebagai salah satu hal yang paling mereka ingat.

Tak hanya ingat, bagi alumni De Britto, dan juga siswa, kata-kata ini mampu mengikat mereka dalam solidaritas dan persaudaraan yang kuat. Mereka tidak segan terlibat membantu dan melakukan apa yang mereka bisa lakukan untuk korban bencana alam Merapi beberapa tahun lalu, misalnya, dan ketika Yogyakarta digoncang gempa tahun 2006. Seandainya tidak bisa turun dan terlibat langsung, biasanya siswa-siswa De Britto melakukan penggalangan dana yang melibatkan internal maupun eksternal, seperti ketika beberapa tempat di Yogyakarta diterjang banjir beberapa waktu lalu.

Pertemuan ke 4 IFFP ini dipandu dan didampingi oleh Pater Effendi Kusuma S., SJ, pendamping mahasiswa katolik Daerah Istimewa Yogyakarta. Pater Effendi menekankan kepada orang tua bahwa mengajarkan ‘man for others’ kepada anak-anak harus dimulai dari orang tua sendiri di rumah. Rumah lah yang seharusnya mampu meletakkan fondasi yang kuat, sementara sekolah menyediakan pilarnya. Pater Effendi juga menggarisbawahi bahwa tidak cukup bagi seorang Kristiani untuk sekadar tidak melakukan ketidakadilan. Seorang Kristiani harus bergerak lebih jauh dari itu. Setiap orang Kristen dipanggil untuk ‘keluar’ dari diri sendiri dan membagikan sukacita kepada mereka yang kurang beruntung dan tersingkirkan.