Pidato Michael N. Budiarto di Kelulusan Kelas XII

Di akhir acara pengukuhan kelulusan kelas XII SMA Kolese De Britto, Senin, 13 Mei 2019, Michael Nugraha Budiarto kelas XII IPA 1 menyampaikan pidato mewakili siswa kelas XII.

Dalam pidatonya, Michael mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya boleh mengenyam pendidikan selama 3 tahun di SMA Kolese De Britto. Bangga dan bersyukur karena telah dididik untuk tak sekadar menjadi penerus bangsa, tetapi juga calon pemimpin bangsa, yang pertama-tama harus mampu dan berani memimpin diri sendiri. Bagi Michael, seorang pemimpin tak hanya harus memiliki daya kreatif, kecerdasan, dan talenta. Tetapi lebih dari itu, seorang pemimpin mesti mampu melaksanakan tanggung jawabnya dengan tulus dan berani. Tidak hanya berani untuk bertindak, tetapi BERANI BERPIKIR SEBELUM BERTINDAK. Dan itu yang diajarkan oleh De Britto.

Seorang pemimpin harus berani merendahkan dirinya dengan mengakui kesalahan. Tidak hanya terbuka saat untung menyapa, tetapi juga berani jujur saat malang melanda. Dengan begitu, kita akan menjadi seorang yang kuat, justru karena kita mengakui sepenuhnya bahwa kita hanyalah manusia yang rapuh, tetapi tidak takut menerima realita.

Michael juga mengungkapkan rasa bangganya kepada orangtua yang telah bersedia untuk menaruh kepercayaan kepada anak-anak mereka. Menurutnya, tidak ada seorang pun bisa menjamin kita akan menjadi baik-baik saja di sekolah ini. Namun, dengan berbagai suka dan duka, mereka (para orangtua) berjuang sedemikian rupa sehingga kita, anak yang mereka kasihi dapat bersekolah di sekolah luar biasa ini. KITA ADALAH MANIFESTASI CINTA YANG DIMILIKI AYAH DAN IBU KITA.

Dalam pidatonya Michael juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para guru yang telah mengajarkan arti kesempurnaan. Kesempurnaan bukan berarti membanding-bandingkan 211 siswa di De Britto satu dengan yang lain, melainkan membandingkan diriku yang sekarang dengan diriku di masa lalu. Belajar di De Britto bukanlah bersaing dengan siswa-siswa lain, melainkan BERTANDING DAN MENGALAHKAN DIRI KAMI YANG DULU. Kita meraih kesempurnaan dengan selalu memperbaiki apa yang kurang dalam diri kita, BUKAN DENGAN MENGALAHKAN ORANG LAIN.

Di sekolah ini para murid diterima dengan segala keunikan dan otentisitas mereka. Dan itulah arti dari “Murid adalah subyek pendidikan”. Dan dengan cara itulah para murid dibentuk menjadi manusia yang utuh, manusia yang berani mengakui kesalahan, tetapi sekaligus berani bersuara dan berpendapat.

(Disarikan dari pidato Michael Nugraha Budiarto dalam acara Pengukuhan Kelulusan Siswa Kelas XII SMA Kolese De Britto pada hari Senin, 13 Mei 2019)