Bedah Buku “Sekolah Yang Mengubahku”

Sebuah buku baru berisi aneka kisah alumni SMA Kolese De Britto belum lama ini diterbitkan dan diluncurkan pada peringatan Hari De Britto 4 Februari 2021. Buku setebal 459 halaman tersebut berisi 50 kisah alumni lintas angkatan, mulai dari lulusan pertama tahun 1951 hingga lulusan tahun 2011. Buku baru tersebut diberi judul “Sekolah Yang Mengubahku.”

Judul tersebut benar-benar menggambarkan kisah-kisah tentang transformasi yang dialami para alumni yang terlibat dalam penulisan buku tersebut. Perubahan cara berpikir, sikap, perilaku, dan cara pandang mereka terhadap dunia yang mereka ceritakan tidak lepas dari kultur sekolah yang hidup di De Britto. Kultur egaliter, belarasa, respek pada keberagaman, kemerdekaan untuk memilih dan mengekspresikan diri, semua ini telah mengubah mereka, dan bahkan menjadi nilai yang tetap mereka pegang teguh dalam perjalanan karir mereka.

Buku kedua sebagai kelanjutan buku pertama “Be the Best in Your Life” (2019) ini dibedah pada Sabtu, 27 Maret 2021. Lima (5) narasumber dihadirkan dalam acara bedah buku hasil kerjasama SMA Kolese De Britto dengan Perkumpulan Alumni De Britto. Mereka adalah AM Henky Irawan (JB 77 – editor, guru De Britto tahun 1982-2017), Amrih Jinangkung (JB 86 – penulis, duta besar RI untuk Tahta Suci Vatikan), Tonny Pongoh (JB 85 – penulis, General Manager PT Astra International Tbk), Hariadi Saptono (JB 76 – penulis, wartawan Kompas 1985-2016), dan Daud Aris Tanudirjo (JB 77 – alumnus, dosen Prodi Arkeologi UGM).

Masing-masing narasumber membagikan pengalaman sesuai peran mereka dalam bedah buku tersebut. Beragam tema menarik muncul dalam acara tersebut, mulai dari belarasa, keberanian untuk membuat pilihan, pribadi otentik dan unik, man for others, kebiasaan refleksi, dan lain-lain. Turut meramaikan bedah buku adalah kehadiran Daniel Oscar Baskoro (JB 10), yang turut berbagi tentang pemanfaatan teknologi bagi kemanusiaan. Selain Oscar, Zakaria Primaditya (JB 03) juga membagikan pengalamannya berjuang menjadi guru untuk anak-anak Papua. Bedah buku semakin meriah ketika bu Pratiwi dosen UNY dan Pak Nurwanto dosen UMY, turut membagikan pandangannya tentang SMA Kolese De Britto.