ACARA PENYERAHAN SISWA BARU KELAS X SMA KOLESE DE BRITTO TAHUN AJARAN 2021-2022.

Pada hari Sabtu, 10 Juli 2021 secara virtual diadakan acara penyerahan siswa baru SMA Kolese De Britto tahun 2021-2022 yang diikuti oleh seluruh siswa baru kelas X yang didampingi oleh orang tua/wali. Pada bagian awal Romo Cyprianus Kuntoro Adi, SJ. selaku ketua pengurus Yayasan De Britto memberikan sambutan dengan tajuk “De Britto: Membentuk Pemimpin yang Terlibat. Sambutan berikutnya terkait dengan arah pendidikan, pendampingan, kurikulum, dan sarana-prasarana keuangan.

 

Ibu Endah Widyatmoko selaku perwakilan para orang tua siswa sangat berharap SMA kolese De Britto sebagai partner pendidikan orang tua dapat menstimulan potensi para siswa sehingga menjadi pribadi unggul. Selaku orang tua sudah percaya dengan sistem pendidikan De Britto yang dapat dilihat dari kualitas alumninya yang memiliki karakter kuat.

 

Bapak FX. Catur Supatmono, S.Pd., M.Pd. selaku kepala sekolah menyampaikan bahwa sekolah membutuhkan kolaborasi dengan orang tua dalam mendidik para putra. Dalam mendidik para putra baik orang tua maupun sekolah memiliki cara yang unik. Keunikan pendidikan antara sekolah dan orang tua dibutuhkan komunikasi yang sejalan dan terus menerus.

 

Pribadi unggul adalah tema yang diangkat dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2021. Pribadi unggul memiliki ciri mengenal dan mampu menggunakan potensi diri serta mengenal keterbatasan diri. Selain membentuk pribadi unggul yaitu menyiapkan siswa menjadi pemimpin pengabdi. Sesuai dengan visi sekolah setidaknya ada empat kata penting yaitu : bermutu, utuh, autentik dan Pedagogi Ignatian.

 

SMA Kolese De Britto menerapkan Paradigma Pedagogi Ignasian dalam mendidik para siswa. Paradigma ini merupakan cara bertindak yang membantu siswa berkembang menjadi kader pemimpin pelayanan yang berkompeten, berhati nurani benar, berbela rasa, berkomitmen, dan konsisten. Dalam proses pengajaran, dinamika paradigma ini mencakup lima langkah pokok, yaitu: konteks, pengalaman, refleksi, aksi, dan  evaluasi.

 

Dalam konteks siswa, De Britto sangat beragam ditinjau dari perbedaan budaya, agama, ekonomi, maupun kemampuan awal. Maka tidak berlebihan jika sekolah ini dapat disebut sebagai Indonesia mini. Adanya perbedaan dipandang sebagai rahmat dan sarana untuk berkembang bersama.

 

Sekolah menawarkan formasi bagi para siswa yang wajib dijalani dari kelas 10 sampai kelas 12 untuk membentuk pribadi cerdas dan berkarakter kuat. Formasi siswa kelas 10 adalah tahap ADAPTASI (MPLS, LKTD, Week end kelas, FOP / serba-serbi input, studi ekskursi), kelas XI tahap SOSIALISASI (orientasi profesi, penulisan karya ilmiah, week end kelas, FOP / srba-serbi input, dan live in toleransi), dan kelas XII tahap INTERNALISASI (info perguruan tinggi, persiapan tes PTN, week end kelas, FOP / serba-serbi input, dan persiapan ujian),

Bapak Kepala Sekolah mengajak orang tua berkolaborasi mendorong para siswa untuk memanfaatkan fasilitas dan kesempatan untuk berkembang seluas-luasnya lewat pembelajaran, ekstrakurikuler, berbagai lomba, kursus / kerjasama dengan lembaga lain.

 

Frater Hugo Bayu Hadibowo, SJ. selaku Wakasek Kesiswaan / Pamong mengingatkan bahwa pendidikan tidak melulu persoalan mengolah kognitif tetapi ada aspek lain yang perlu  dikembangkan. Formasi siswa paling tidak meliputi 3 H yaitu : HEAD (intelektual, pikiran), HEART (hati, spiritual) dan HANDS (kehendak kuat). Harapan satu tahun ini para siswa mampu : kerasan di sekolah yang baru, beradaptasi dengan situasi, menemukan struktur belajar, mengenali potensi diri dan berkembang.

 

Bapak Heribertus Heri Istiyanto, S.Si., M.Kom., selaku wakasek kurikulum menyampaikan informasi tentang teknis pembelajaran dan syarat kenaikan kelas. Beliau mengharapkan para siswa mau terbuka kepada guru dan BK jika mengalami kesulitan selama kegiatan belajar mengajar.

 

Bapak Novianto Saputra, S.Sn. menyampaikan tentang mekanisme administrasi, bahan kain seragam dan jadwal pemakaian seragam, serta kartu siswa.

 

Selain sambutan dan penjelasan dari jajaran direksi juga ada sesi tanya jawab dari orang tua ke pihak sekolah. Rangkaian acara dipandu oleh Bapak H.J. Sriyanto, S.Pd., M.Pd selaku Wakasek Humas dan acara berjalan dengan baik dan lancar.

 

Selesai ACARA PENYERAHAN SISWA BARU KELAS X SMA KOLESE DE BRITTO TAHUN AJARAN 2021-2022 dilanjutkan dengan persiapan Masa Persiapan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dipandu oleh panitia MPLS JB 2021.