4 Februari, Pesta Nama St. Yohanes De Britto

Selasa 4 Februari 2020 adalah hari istimewa merayakan pesta nama St. Johanes De Britto, santo pelindung SMA Kolese De Britto, yang wafat sebagai martir di tanah misi India tahun 1693. Memperingati kemartiran dan kegigihan semangatnya memperjuangkan misi yang diembannya, SMA Kolese De Britto secara khusus merayakannya dengan berbagai kegiatan. Satu dari beberapa kegiatan itu adalah perayaan ekaristi bersama para siswa, guru dan karyawan, pengurus yayasan, para pemerhati pendidikan, perwakilan orang tua, perwakilan alumni dan tamu undangan lain. Misa Kudus ini sekaligus membuka dan mengawali rangkaian kegiatan hari itu.

Tepat pukul 08.30 misa dimulai. Selebran utama adalah Romo Adrianus Maradiyo, Pr (Vikep Yogyakarta), didampingi oleh Rm. Yustinus Sigit Prasadja, S.J. (Ekonom Provindo SJ – mewakili Romo Provinsial Serikat Yesus), Romo C. Kuntoro Adi, SJ (Rektor/Ketua Pengurus Yayasan De Britto), Romo F.X. Alip Suwito, Pr (Pastor Paroki Baciro / Alumnus De Britto 1999), dan Romo N.D. Fajar Trinugroho, SJ (Pamong / Wakasek Kesiswaan SMA De Britto).

Dalam homilinya, Romo Adranus Maradiyo, Pr selaku Vikep mengapresiasi sikap para siswa De Britto yang mampu bersikap dewasa selama ini. Selanjutnya beliau menekankan ciri-ciri sikap dewasa, antara lain: pertama, kritis terhadap situasi sekitar; seorang leader/pemimpin mesti selalu memahami setiap permasalahan yang ada di sekitarnya; kedua, mampu menyelesaikan permasalahan secara kreatif; dan ketiga, bijaksana dalam mengambil keputusan; setiap keputusan diambil secara sungguh-sungguh.

Romo Vikep berharap seluruh civitas akademika dapat meneladan Santo Johanes De Britto. Semboyan “Ad Maiorem Dei Gloriam (AMDG) (Demi kemuliaan Allah yang lebih besar)” dapat diwujudkan dalam perilaku. Usai misa, dilakukan penyerahan patung dada (bust) Romo R. van Thiel, S.J, kepala sekolah pertama SMA Kolese De Britto., kepada sekolah. Patung  separo badan tersebut dibuat dan diserahkan sendiri oleh pembuatnya Bapak Bambang Sakhuntala, seorang seniman alumnus De Britto 1983. Misa selesai pukul 10.30 tepat. Sesudahnya, para siswa berkumpul di kelas masing-masing untuk santap siang bersama, sementara para guru dan karyawan, juga para tamu undangan dan para Romo, santap siang bersama di  lapangan futsal.

Pesta Nama St. Yohanes De Britto tahun ini juga diisi dengan pameran hasil karya ilmiah dan hasil karya studi ekskursi di aula, pameran hasil ekstrakurikuler fotografi, lukis dan film di sekitar ruang sub pamong, pagelaran wayang kulit dengan lakon Santo Arul anandar (nama Johanes De Britto versi India) oleh dalang I Made Christian Wiranata Rediana alumnus De Britto 2016, didukung oleh Ekskul karawitan De Britto “Gangsa kukila”, pertunjukan musik siswa De Britto di lapangan futsal, dan bazar makanan di parkiran di belakang ruang-ruang kelas X.