Mengenal Artificial Intelligence Masa Kini

SMA Kolese De Britto mengadakan  seminar dengan tema “Artificial Intelligence: Ancaman dan Kesempatan”, seminar ini merupakan sebuah progam perdana dari Paguyuban Alumni Kolese De Britto, ALUMNI BERBAGI 001. Seminar berlangsung hari Selasa sore (27/8) di aula SMA Kolese De Britto, diikuti 120 orang  peserta mulai dari para alumni berbagai angkatan hingga siswa yang masih duduk di bangku sekolah SMA Kolese De Britto. Seminar dengan narasumber Agus Sudjianto (Djiedjie) Ph.D.

Djiejie menyelesaikan pendidikannya di De Britto pada tahun 1983. Beliau memegang gelar Doktor dan Master dalam bidang Teknik dan Manajemen dari Wayne State University dan Massachuettes Institute of Technology (MIT) dan sekarang menjabat sebagai Executive VP Wells Fargo Bank. “Awalnya diperkirakan  yang datang 40, lalu geser menjadi 60, lalu saya bilang kepada panitianya bikin jadi 3 digit, dan ternyata sore ini terdaftar lebih dari 120 peserta.” tutur Presiden Paguyuban Alumni Kolese De Britto, Handoko Wignjowargo dalam pidato pembukaan acara kemarin.  Berawal dari acara reuni alumni tahun 1983 menjadi sebuah pertemuan bertajuk keilmuan menjadi ramai dikunjungi alumni.

Seminar sore itu, Djiejie menjelaskan pentingnya data di masa kini. Beliau mengungkapkan di masa lalu sebuah negara berkuasa karena sumber daya minyak. Namun saat ini yang berkuasa adalah data. Djiejie menyayangkan Indonesia masih belum berpikir bahwa data adalah aset strategis padahal saat ini perusahaan yang dapat mengumpulkan data paling besar adalah perusahaan paling besar sedunia.

Djiejie mengemukakan bahwa semakin banyak pekerjaan yang akan tergantikan oleh Artificial intelligence (AI).  Usaha menghadapi berkembangnya AI manusia harus mennyiapkan tiga hal. Pertama, manusia harus bisa mengembangkan Creativity. Saat ini sistem pendidikan harus bisa menyiapkan manusia yang kreatif. Kedua, keinganan untuk bersaing manusia harus memiliki Communication Skill. Artinya bahwa manusia harus bisa mengembangkan kemampuan berbicaranya di zaman modern ini. Ketiga,  manusia harus mampu membangun Confidence atau kepercayaan diri.

Acara ini membuahkan hasil yang menjadi pemikiran baru minimal para peserta. Peserta memperoleh informasi dan pengetahuan dari nara sumber mereka juga mendapat hadiah hiburan yang cukup  bermanfaat. Secara tidak langsung hadiah yang diberikan yakni berupa voucher transportasi online merupakan bagian dari teknolgi AI itu sendiri.

B.R. Arya Bagaskara

Tulisan ini dipublikasikan di Harian Tribun 27 Agustus 2019.