Guru Pembelajar Memasuki Era Digital

Tanggal 9 agustus 2019 yang lalu, para siswa kelas XI dan XII SMA Kolese De Britto mendapatkan pembekalan awal tentang dampak perkembangan teknologi informasi terhadap dunia kerja saat ini. Siswa harus memahami konteks dunia tempat mereka sekarang hidup supaya di masa depan mereka tidak tersesat dan salah memilih profesi dan jurusan di perguruan tinggi.

Tidak hanya murid, guru lebih-lebih juga harus memahami konteks jaman ini. Guru setiap hari berjumpa dengan murid, dan oleh karena itu dituntut untuk memahami bagaimana teknologi informasi berdampak pada cara anak-anak muda belajar. Informasi apapun tersedia dalam jumlah tidak terbatas di Internet. Dan anak-anak muda jaman ini lebih tertarik pada hal-hal yang sifatnya visual dengan durasi pendek. Maka, bagaimana guru mengajar juga harus menyesuaikan konteks jaman. Sarana-sarana mengajar digital juga harus dilirik oleh guru.

Intinya, jaman berubah, murid belajar dengan cara dan sarana-sarana yang sama sekali berbeda, dan guru juga harus berubah. Kalau gurunya mengelola pembelajaran dengan cara-cara lama ala era 1.0 atau 2.0 atau 3.0, pembelajaran di kelas tidak akan banyak berguna.

Maka, Sabtu, 10 Agustus 2019 lalu, para guru berkumpul dan belajar bersama memahami konteks jaman ini, sekaligus menimba ilmu terkait metode-metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif bersama Dr. Indra Charismiadji dan Irya Wisnubhadra, dan Catur Supatmono, guru Matematika SMA Kolese De Britto.