Indonesia English | Home | Forum | Konsultansi | Hubungi Kami | Direktori | Webmail | Login



SMA KOLESE
DE BRITTO
Intelligent,Creative,Self-Fulfilled
Jl Laksda Adisucipto No. 161 YOGYAKARTA, INDONESIA 55281
Telp. (0274) 518667
Fax (0274) 547606


Pembinaan

Kolese De Britto membantu proses pembentukan pribadi siswa secara optimal dan seimbang sesuai dengan bakat-bakatnya. Kegiatan pendampingan siswa menekankan cura personalis (pendampingan-pembinaan pribadi secara perorangan). Seluruh kegiatan pendampingan siswa yang tidak langsung berkaitan dengan pengajaran menjadi tanggung jawab wakasek urusan kesiswaan/pamong. Pamong mengkoordinasi kegiatan pendampingan siswa tersebut dalam bidang bimbingan dan konseling, perwalian, ekstrakurikuler, pembinaan rohani, kepresidiuman, bea siswa, dan tata tertib siswa. Selain itu, untuk mengefektifkan kegiatan pendampingan siswa, pamong mengoordinasi pertemuan antara pihak sekolah dengan orang tua/wali siswa yang diselenggarakan setiap semester gasal.
 


Gambar 2.5 Pertemuan rutin orang tua/wali siswa kelas X dengan sekolah

PERTEMUAN ORANG TUA/WALI SISWA – SEKOLAH

    Pendidik utama seorang anak adalah orang tuanya. Peran sekolah adalah membantu orang tua, melengkapi apa yang tidak bisa dilakukan orang tua di rumah berkaitan dengan pendidikan anak. Sekolah tidak bisa dan tidak akan bermaksud mengambil alih peran tersebut.    Namun kerjasama dalam mendidik anak perlu diciptakan, supaya ada kesamaan gerak, ada kesepahaman dan kerjasama yang baik antara orang tua dan pihak sekolah. Nilai-nilai yang ditanamkan kepada anak di sekolah  - sesuai dengan visi sekolah -  semestinya mendapat suasana yang mendukung juga di rumah.
    Kerjasama orang tua dan pihak sekolah secara nyata diwujudkan antara lain dalam acara pertemuan orang tua siswa. Mengingat suasana dan konteks siswa yang ada, topik, informasi dan tuntutan yang berbeda urgensinya antara kelas X, XI dan Kelas XII, maka pertemuan orang tua siswa biasanya diselenggarakan per tingkat. Pada saat itulah diharapkan orang tua bisa bertemu dan berbagi informasi dan pengalaman dengan pihak sekolah (direksi, staf guru, bimbingan konseling dan wali kelas). Berikut ini hal-hal yang secara garis besar bisa menjadi gambaran isi  pertemuan masing-masing tingkat:

1. Pertemuan orang tua/wali  siswa kelas X
 
Pada kesempatan ini pihak sekolah memberikan informasi-informasi penting tentang kebijakan sekolah, kurikulum dan kalender akademis,urusan-urusan administratif, tata tertib, kegiatan ekstrakurikuler, syarat kenaikan dan penjurusan, dan lain-lain. Pada kesempatan ini juga ada pertemuan antara orang tua/wali siswa dengan wali kelas, yang akan membahas perkembangan kepribadian dan prestasi akademis anak serta usaha-usaha pendampingan yang telah dilakukan

2. Pertemuan orang tua/wali siswa kelas XI

Pada kesempatan ini pihak sekolah menginformasikan hal-hal penting dalam dinamika pendampingan siswa kelas XI. Penjelasan kurikulum termasuk syarat kenaikan kelas, kepamongan, maupun tugas-tugas khusus seperti Karya Ilmiah dan Live-in. Pada kesempatan ini juga ada pertemuan antara orang tua/wali siswa dengan wali kelas, yang akan membahas perkembangan kepribadian dan prestasi akademis anak serta usaha-usaha pendampingan yang telah dilakukan

3. Pertemuan orang tua/wali siswa kelas XII

Pada kesempatan ini pihak sekolah menginformasikan tentang ujian, retret/gladi rohani, info Perguruan Tinggi, dan lain-lain. Perlu dicari bersama upaya menumbuhkan motivasi anak untuk bersemangat tinggi dalam belajar sampai ujian selesai. Pada kesempatan ini juga ada pertemuan antara orang tua/wali siswa dengan wali kelas, yang akan membahas perkembangan kepribadian dan prestasi akademis anak serta usaha-usaha pendampingan yang telah dilakukan

    Di luar acara pertemuan yang secara resmi diselenggarakan sekolah itu, diharapkan komunikasi dan kerjasama pendampingan anak tetap berlangsung. Saat anak berhalangan tidak bisa masuk mengikuti kegiatan sekolah, itulah saat komunikasi dan kerjasama orang tua dan sekolah diharapkan terjadi. Saat anak mengalami kesulitan belajar, kesulitan bergaul, kesulitan-kesulitan pribadi, saat itulah kesempatan  komunikasi dan kerjasama diwujudkan. Bapak-ibu sebagai orang tua dapat menghubungi pihak sekolah baik pamong, subpamong, bimbingan konseling maupun wali kelas berkaitan dengan pendampingan dan perkembangan anak. Satu hal perlu kami beritahukan, sebaiknya untuk urusan-urusan sekolah, dilakukan juga pada jam-jam sekolah (jam kerja) kecuali untuk urusan yang sangat penting dan mendesak.


BIMBINGAN KONSELING
    Bimbingan berarti pemberian bantuan kepada siswa atau kepada sekelompok siswa dalam membuat pilihan-pilihan secara bijaksana dan dalam mengadakan penyesuaian diri terhadap tuntutan-tuntutan hidup. Bantuan bersifat psikologis, dan tidak berupa “pertolongan” finansial, medis, dan lain sebagainya. Tujuan bimbingan supaya siswa dapat mengatasi sendiri masalah yang dihadapinya sekarang dan menjadi lebih mampu untuk mengatasi masalah yang akan dihadapinya kelak kemudian. Dengan demikian yang memberikan bantuan menganggap siswa mampu menuntun dirinya sendiri, meskipun kemampuan tersebut mungkin harus digali dan dikembangkan melalui bimbingan.

    Bentuk-bentuk kegiatan yang dilakukan oleh tim bimbingan konseling adalah:
1.    Memberikan bimbingan, baik pribadi maupun kelompok
2.    Menyelenggarakan Tes Kecenderungan Kepribadian bagi siswa baru.
3.    Menyelenggarakan tes untuk membantu siswa kelas X dalam memilih jurusan IPA, IPS, atau Bahasa.
4.    Menyelenggarakan tes untuk membantu siswa kelas XII dalam memilih jurusan di perguruan tinggi
5.    Menghimpun dan mengolah data pribadi siswa.
6.    Mengembangkan kepribadian dengan pelatihan individu maupun klasikal.
7.    Mengadakan pelatihan-pelatihan pengembangan diri dengan bekerja sama dengan para orang tua, alumni, dan  lembaga-lembaga pendidikan maupun lembaga-lembaga sosial di luar sekolah.

Tata Cara Konseling Bagi Siswa
    Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan jika seorang siswa hendak berkonsultasi dengan pendamping bimbingan dan konseling.
 
  1. Siswa wajib membuat janji bertemu paling lambat satu hari sebelumnya, kecuali untuk hal-hal yang penting dan mendesak.

2. Apabila pada waktu berkonsultasi tersebut harus meninggalkan jam pelajaran tertentu, siswa wajib meminta izin dari guru yang bersangkutan. Konsultasi dapat dilakukan jika siswa tersebut mendapat izin dari guru yang bersangkutan.

Perkembangan studi dan kepribadian siswa merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah dan orang tua/wali. Supaya proses pendampingan siswa dapat berjalan optimal, orang tua/wali dimohon memperhatikan beberapa hal berikut ini:
 
1. Urusan/masalah yang terkait dengan pendampingan dan perkembangan siswa dibicarakan dan diselesaikan        di sekolah, kecuali untuk urusan/masalah yang penting dan mendesak.
 
2. Sekolah senantiasa memberi kesempatan kepada orang tua/wali siswa untuk bertemu dan membicarakan perkembangan studi maupun kepribadian siswa dengan staf bimbingan konseling di sekolah. Untuk itu, orang tua/wali menghubungi lebih dahulu melalui telpon setidaknya satu hari sebelumnya dengan staf bimbingan konseling yang bersangkutan untuk mengatur waktu pertemuan bersama-sama.
 
3. Hal-hal yang menyangkut perkembangan studi dan kepribadian siswa yang perlu diketahui oleh pihak sekolah seyogyanya diinformasikan kepada sekolah melalui wali kelas/staf bimbingan konseling.
cadangan1  
Copyright © 2009. SMA Kolese de Britto. Website dikembangkan oleh Citraweb Nusa Infomedia.