Indonesia English | Home | Forum | Konsultansi | Hubungi Kami | Direktori | Webmail | Login



SMA KOLESE
DE BRITTO
Intelligent,Creative,Self-Fulfilled
Jl Laksda Adisucipto No. 161 YOGYAKARTA, INDONESIA 55281
Telp. (0274) 518667
Fax (0274) 547606


Berita Kampus

Sabtu, 20 Mei 2017
Liberatio Per Educationem - Pembebasan Melalui Pendidikan

 
 
 
 
Sabtu, 13 Mei 2017, pukul 8.30 pagi. Ada yang tidak biasa di Kampus De Britto. Murid-murid yang biasanya berkaos, bercelana jeans, dan bersepatu ket dan kadang-kadang bersepatu sandal - itu tampak lebih rapi. Jas hitam dan kemeja warna terang polos dipadu dasi warna gelap yang mereka kenakan membuat mereka kelihatan gagah dan dewasa. Hari itu adalah hari pengukuhan kelulusan.

Suara gamelan dengan lantang mengalunkan gending-gending Jawa nan rancak, dengan syair cerdas dan jenaka. Kendang bertalu penuh energi, berpadu asik dengan suara gong, slenthem, peking, saron, dan sekali-sekali ditimpali syahdunya suara saksofon. Penampilan pangrawit muda Gangsa Kukila  di atas panggung pagi itu sungguh memikat.

Liberatio per educationem. Pembebasan melalui pendidikan. Itu tema pengukuhan kelulusan tahun ini. Tema ini sengaja dipilih dan diangkat karena sangat sejalan dengan arah pendidikan De Britto. Tema ini secara apik dikemas dalam pidato Geraldus Kevin Martimbang, murid kelas XII IPA, yang hari itu diminta panitia untuk menyampaikan pidato kesan dan pesan.

Dengan gaya bahasa jenaka khas anak muda, Kevin mengungkapkan rasa syukurnya diberi kesempatan mengenyam 3 tahun pendidikan di Kolese De Britto. Kesempatan yang menurutnya tidak akan didapatkannya di sekolah lain. Kevin tidak hanya berbicara tentang pilihan gaya rambut, pakaian, dan hari-hari tak berseragam, tetapi lebih dari asesoris-asesoris superfisial itu: tentang menjadi manusia bebas. Manusia yang tidak dikungkung dan dipenjara oleh ego pribadinya, kesempitan berpikirnya, ketakutannya,  kerendahdiriannya. Manusia yang tidak dibatasi oleh strata sosial, agama, maupun suku. Manusia yang menjadi dirinya sendiri. Otentik.

Kevin mensyukuri hari-harinya di De Britto. Di tempat inilah ia dan teman-temannya belajar mengekspresikan seluruh dirinya tanpa rasa takut. Mengungkapkan pendapat, berdiskusi dengan guru, bahkan mengkritisi guru tanpa rasa sungkan adalah bagian dari proses menjadi manusia bebas. Manusia bebas yang bukan semaunya, liar dan tanpa batas. Tetapi, manusia bebas yang tahu dan sadar bagaimana ia harus menempatkan dirinya dalam relasinya dengan manusia-manusia lain.

Pendidikan memang seharusnya membebaskan. Kalau di sekolah murid malah menuai rasa takut dan rendah diri pasti ada yang salah dengan proses pendidikannya. Kalau setelah beberapa tahun belajar, tetapi masih pendek nalar dan pikir, kreatifitas mampet, dan tak mampu keluar dari kotak-kotak suku, ras, dan agama, itu sudah pertanda jelas ada yang harus diperbaiki. Sebab, kreativitas, keluasan berpikir, keberanian, kritis, toleransi, rasa hormat hanya lahir dari sikap lepas bebas.




 versi cetak       kirim ke teman



GO TO INDEX BERITA KAMPUS
jogja sumber berita  atmajaya  daftar_ulang2  
Copyright © 2009. SMA Kolese de Britto. Website dikembangkan oleh Citraweb Nusa Infomedia.